It is Never Goodbye
>> Wednesday, April 23, 2008
Di Sekolah, Aku berada di dalam kelas yang mempunyai segala hal dalam hidupku, serius, humor, senang, sedih, kebersamaan, kekompakan dan masih banyak lagi. Kelas
Party di kelas seakan membuat rohku melayang. Aku sangat terkejut dan bahagia bercampur sedih dengan apa yang teman-temanku lakukan, sedih itu datang apabila aku teringat hari ahad malam (20/04) aku dan teman-teman yang lain harus pulang ke Indonesia. "Aku tak ingin pulang", Aku sangat betah disini (Adni) di Secondary 5 Baihaqi, aku sangat rindu dengan teman-teman yang baik dan ramah seperti mereka. Ya.. Allah, mengapa mesti ada perpisahan? seandainya tidak ada perpisahan. Ketika itu tak kuasa Aku menahan air mataku. Kulihat mata teman-temanku semuanya berkaca dan kulihat juga mata teacher Nila Cik Gu yang sayang kepada kami meneteskan air mata. Teacher pasti kita akan bertemu lagi, Insya Allah.Teman-teman di Asrama, Hafiz kembar nama, Johan, Eman, Irwan, Hasan
dan Djalil yang sangat aku rindukan dan nantikan lagi senyum, canda, tawa, dan gurauan mereka. Khusus buat 2 nama terakhir yaitu siswa Adni yang baru pindah dari Thailand dan sangat sulit berkomunikasi. Aku ada cerita mengenai mereka berdua, ketika itu hari Ahad, seperti biasa setiap hari Ahad Foster Family membawa kami untuk jalan-jalan, tapi untuk kali ini aku tidak ikut karena aku sangat kecapean. Nah ketika aku berada di rumah hanya dengan mereka berdua, aku merasa sangat-sangat buntu dan bingung, bagaimana bisa berkomunikasi dengan mereka ini. Disinilah aku terus berfikir bagaimana peran dan fungsi bahasa, ya... bahasa adalah hal yang sangat dan harus bagi manusia yang ingin maju. Yang jelas aku tidak akan pernah lupa kepada kalien semua.Ust Ahmad, Ustaz yang selalu aku kenang karena sama-sama membuat presentasi kegiatan Babussalam di Malaysia, meskipun ketika sama-sama berkomunikasi dengan campuran 2 bahasa (English & Arab). Ust Fauzi, Ustaz yang cool abiz.. yang senantiasa membantu saya dalam menerjemahkan presentasi tersebut hingga 3 malam berturut-turut, meskipun tak selamanya membuat itu kami juga menonton Ayat-Ayat Cinta yang ketika itu Ustaz sangat-sangat serius dalam memperhatikan film yang paling top di Indonesia, dan Aku juga tak akan lupa dengan mengajakku untuk makan malam gartis lagi, thanks ustaz dan Aku akan ingat dengan pesan Ustaz, "Bayarnya gak perlu, biar Ustaz saja, nanti apabila kamu sukses gantian yang traktirnya ya..."












