Gaza's Children

>> Saturday, January 31, 2009

Little child you must show the way
to a better day for all the young

cause you were born, for all the world
to see that we all can live with
love and peace

no more presidents and all the wars will end
one united world under God

This excerpt from the White Lion song. When the children cry, must be a prayer for peace from around the world. Peace has been elusive for children living in Gaza where missiles and bombs have destroyed their homes, schools, and playgrounds. Parents and siblings were killed and those that survived the violent conflict will continue to experience painful and lingering memories.

Here are some images of the misery that these innocent children have had to bear when adults failed to preserve peace

Read more...

Good Bye to My Boys

>> Sunday, January 25, 2009

Aku menulis tulisan ini disaat hari-hariku sebagai kakak asuh akan berakhir. Kami (kakak asuh kelas 3 SMA) memutuskan untuk kembali kekamar SMA, yang tidak lain dan tidak bukan untuk terpusatnya konsentrasi kami dalam berbagai macam ujian dan yang lebih penting lagi kami dapat sukses dalam UAN bulan April besok.

Jujur, aku sangat berat meninggalkan kamar ini, kamar yang mempertemukan aku dan adek-adek asuhku dalam berbagai nuansa, ada suka dan duka yang dilalui bersama, ada ejekan dan gurauan yang bersifat mempererat tali persaudaraan. Aku sedih meninggalkan mereka. dan aku begitu dekat dengan mereka. Saat aku meninggalkan kamar tersebut, aku pasti kehilangan nuansa mereka, itu pasti. Aku nggak bisa lagi membangunkan mereka lalu menyuruh mereka untuk pergi ke Masjid dan juga aku nggak akan bisa lagi untuk menyuruh mereka agar bergerak lebih cepat dan sigap, terutama untuk adek asuhku
Aulia Muhaimin, dia sangat lambat sekali. Mungkin diantara kakak asuh yang lain terutama bagi kakak asuh kelas 3 SMP, aku termasuk orang yang paling banyak menghabiskan waktu baik itu tenaga maupun pikiran terhadap mereka. Dan yang terakhir aku hanya berharap agar nantinya mereka dapat mandiri dan berusaha terus lebih baik untuk masa yang akan datang.

Aku sadar hal itu hanyalah permainan waktu dan aku juga menyadari bahwa pasti akan ada suatu saat orang-orang yang aku cintai meninggalkanku ataupun aku yang meninggalkan mereka. Hal itulah yang aku sebut dengan permainan waktu. Manfaatkanlah waktu yang didepan kita sebelum waktu itu akan hilang dan berakhir dengan keburukan tanpa meninggalkan suatu dampak positif bagi kehidupan.

Read more...

The Special's Week

>> Sunday, January 11, 2009

Minggu ini terasa spesial bagiku. Ultahku yang ke-18 terasa spesial karena pada saat itu aku dan beberapa teman-temanku kompak untuk puasa bareng, puasa yang kami lakukan bertepan dengan tanggal 10 Muharram. Aku sangat senang. Rasanya hari itu aku sangat kuat sekali, bahkan aku yang pada saat itu berpuasa masih bisa latihan bola di marsan. Tapi aku harus merelakan engkelku sebelah kiri, ya.. cedera. Cedera lamaku kembali lagi. Aku muak sebenarnya dengan cedera ini, otomatis aku harus istirahat dan untuk sementara di stop Justify Fulldulu main Bola.

Waktu buka puasa tiba. Kami begitu lahap menyantap makanan. Ya.. mungkin aja lantaran perut dah kelaparan. Tapi ini beda, aku nggak menyangka bahwa Ibuku telah mengirimkan ayam bakar ke asrama. Rasa senang aku rasakan pada saat itu, kami akhirnya makan enak. Ayam bakarnya cukup banyak sehingga kami bisa makan sepuasnya, sampai-sampai ketika aku menawari "Fajar", dia terpaksa untuk menolak, ya karena sudah sangat kenyang. Malam itu memang luar biasa. Aku nggak akan pernah melupakan moment seperti itu. Padahal kalu diteliti, dari dulu semenjak aku di BBS, perayaan Ultahku pasti diluar pondok. Seingatku pada tahun 2006 yang pada saat itu aku berusia 15 th, aku merayakanna di Sumbar, pada saat itu kami anak kelas IX SMP BBS melaksanakan study tour ke Sumbar. Wah itu salah satu moment yang spesial juga.

Aku masih sangat jengkel dengan kebiadaban Israel, yang tak pernah puas-puasnya memborbardir Palestina. Aku nggak kuasa menahan haru. Aku sedih karena sampai saat ini dari 850 orang yang terbunuh oleh kekejaman Yahudi itu ternyata banyak anak-anak dan wanita. Padahal hukum perang Internasional menyatakan bahwa yang dibunuh pada saat perang itu hanya pasukan perang saja, bukan orang-orang yang tidak berdosa itu. Mudah-mudahan Allah memberikan hikmah dibalik ini dan memberikan kekuatan bagi rakyat Palestina danumat Islam.

Oya, Foto diatas sebenarnya udah lama. Itu ketika abangku, Masrendra masih SMP di BBS. Sedangkan aku yang kecil-kecil didepan tapi yang paling tinggi diantara tiga anak kecil yang so cute and comel banget hohohoho..., sebelah kanan. Sekarang dah besar, dah mau jadi bapak orang, Hahaha... Just to remember.

Read more...

Israel and USA are DEVILS

>> Saturday, January 03, 2009

KEBOHONGAN ELIT BARAT TERHADAP SOAL ISRAEL

Duet Inggris-AS yang memihak Israel kerap kali digambarkan media barat secara abu-abu. Seorang wartawan senior Inggris Robert Fisk menilai kebohongan demi kebohongan menyelimuti aksi-aksi kejam Israel di jalur Gaza. Ketika Israel menyerang Gaza, 28 Desember 2008 lalu dan menewaskan lebih dari 296 warga Palestina, Robert Fisk langsung bicara di TV Aljazera dan menulis di harian The Independent terbitan London.

Para pemimpin terus berbohong, sementara korban sipil berjatuhan. Kita tidak pernah mau belajar dari sejarah,” tulis Robert Fisk hanya sehari setelah Israel membombardir Gaza, ibukota sementara Palestina. Sejarah yang dimaksud Fisk adalah perang yang sudah berlangsung sejak 1948 dan faktanya selalu dimanipulasi. Israel selalu di pihak yang benar. Sementara setiap kali terjadi pertumpahan darah, pihak Arab dan Palestina selalu disalahkan. Para pemimpin Barat yang dianggapnya berbohong adalah Inggris dan AS. Di pihak Inggris yang berbohong disebutnya Perdana Menteri Gordon Brown dan pendahulunya Tony Blair. Tonny Blair bahkan secara khusus dikritiknya. Blair bukanlah orang yang tepat menjadi juru runding konflik Israel dan Palestina. Blair seusai melepas jabatannya Juni tahun lalu kemudian diangkat Uni Eropa menjadi Utusan Khusus Timur Tengah.

“Mana suara Blair? Untuk apa dia digaji? Berapa besar bayarannya? Bagaimana kemampuannya menyelesaikan konflik? Mengapa dia tidak turun ke Gaza?” tanyanya. Sedang pemimpin AS yang disebutnya tukang ngibul mulai dari George Bush senior, Bill Clinton dan George Bush junior. Kebohongan Bush terlihat dari komitmennya kepada Israel yakni kedua pihak akan menggunakan secara bersama pesawat tempur F-18s dan senjata misil jenis Hellfire. Sementara Bill Clinton saat kampanyenya dalam Pemilihan Presiden AS di 1993 secara eksplisit berjanji menggunakan istilah yang “cukup keras” sebagai sebutan bagi Israel. Artinya Clinton akan bersikap tegas dan tanpa kompromi kepada Israel. Tapi begitu terpilih, Clinton sama dengan Bush senior yakni berbohong.

Robert Fisk, 62, sudah 30 tahun menetap di Timteng. Selama tiga dekade ia melaporkan situasi kawasan itu terutama setiap konflik yang melibatkan Israel. Dari kacamata wartawan, Fisk dinilai cukup obyektif. Tercermin dari penilaian komunitas wartawan Inggris yang memberi penghargaan tertinggi karya jurnalistik. Sementara pihak yang tidak suka dengan tulisan, laporan dan analisanya menuduh Fisk pendukung setia Palestina. “Fisk tidak banyak tahu keburukan Palestina”, komentar seorang pembaca yang menentang Fisk. Tentang serangan Israel terhadap Gaza Desember lalu Fisk bertanya apakah wajar untuk kematian seorang warga Israel, Palestina harus kehilangan 300 nyawa? Peristiwa ini mengingatkan perilaku Israel terhadap Libanon di 2006. Warga Israel yang terkena serangan roket Hisbullah di Libanon Selatan hanya satu orang. Tapi ketika Israel membalas, korban sipil Libanon 10 orang. Belum termasuk kerusakan gedung, kendaraan dan infrastruktur.

Ia mengingatkan siklus pola serangan Israel yang beralasan: serangan dibalas serangan. Dunia internasional pun dikecam karena jatuhnya korban rakyat sipil hanya disikapi dengan mengeluarkan himbauan agar kedua pihak menahan diri. Secara sinis Fisk membuat perbandingan, permintaan menahan diri itu hanya mungkin dilakukan bila kedua pihak memiliki kekuatan berimbang. Namun Israel menyerang dengan pesawat tempur F-18s dan tank Marakav, sementara Palestina hanya 20 roket. Dalam delapan tahun terakhir ini, Hamas telah menewaskan 20 orang tentara Israel. Tetapi dalam satu serangan kilat sehari, kata Fisk lagi, Israel bisa membunuh 300 orang warga Palestina. Tentang alasan keamanan bagi warga Israel yang didengung-dengungkan pemimpinnya, Fisk menyatakan wajar saja. Tapi apakah warga lain tidak berhak memperoleh keamanan serupa.

Ia membandingkan perlakuan Israel terhadap Libanon. Sejak 1975, Israel telah membom Libanon ribuan kali dengan alasan menghancurkan sarang teroris. Namun sampai sekarang tak satupun pihak yang menjuluki Israel sebagai teroris! Sebagai orang Inggris, Fisk juga mengingatkan konflik di Irlandia Utara. Konflik berkepanjangan itu tidak membuat Inggris membombardir markas Tentara Irlandia Utara (IRA) sekalipun berkali-kali bom meledak di London serta menewaskan warga Inggris. Eskalasi yang terjadi di Gaza saat ini sangat serius. Karena Israel tetap keukeuh melakukan serangan darat sementara Hamas siap menjadi martir dengan resiko apapun. Menurut Fisk sama saja mimpi jika Israel berharap serangan dapat meletakkan senjata Hamas dan menyerah. Hamas tahu, bila itu mereka lakukan, tetap saja akan dihancurkan Israel.

Lalu dimana keberadaan politisi Inggris dan AS di tengah situasi kritis ini? Secara sinis Fisk menyatakan, barangkali mereka sedang bersembunyi di got, pegunungan atau di tempat yang tidak terlihat. Namun yang tahu kelakuan mereka hanya bisa tersenyum. Begitulah kelakuan elit politisi.

Read more...

Blogger Friends

A Adni School Adam Wamback Arya Ari Laboh Asdiki Azizah Aje Ahlul Asma B Pesta Blogger C Cipuk D Dina mbah Doni Saktiawan Dewi Pertiwi Dewa Desi Martika E Eko Endi F Fajar Fadhil Thresna Fatahillah Akbar G Gibran H Hendrawan Hesa Hassan Harsya I Irene Adik J Joni K Kokok L Lagaligo M Multi N Novi_Nova P Piko Prayoga R Rifqi Ikhwanuddin S Sakeena U Ust Muallimin Y Yoyok Yogi Yugo
Copyrigth© 2008 7on1 Sponsored By Babussalam
MOHD. SULTHONI
Free, Independent & Do What He Wants to Do
Student @ Faculty of Law
5 Semester, Gadjah Mada University Live in Jogjakarta From Pekanbaru, Indonesia, ID
7on1@mail.com
Babussalam

  © Blogger template by Forza Internazionale 2011

Back to TOP