just sharing some Pics
>> Saturday, January 28, 2012
| Gn Merapi, September 2011 |
![]() |
| Heyyy baby... say cheeesseeee :) |
![]() |
| Anak-anak TPA Budi Mulia |
![]() |
| Prof Dr M Amien Rais |
| Gn Sumbing, November 2011 |
| Gn Merapi, September 2011 |
![]() |
| Heyyy baby... say cheeesseeee :) |
![]() |
| Anak-anak TPA Budi Mulia |
![]() |
| Prof Dr M Amien Rais |
| Gn Sumbing, November 2011 |
"happy birthday ya bg toni. May allah give u all the best in ur life and here after.. dan mudah2an cita2 bg toni yg mulia itu bisa tercapai... amin"
"Slamet ulang tahun mas 7on1 !! haha,, smoga menjadi pribadi yang lebih baik lagi kedepannyaa... amin! makasi uda jadi tutor AAI mas"
Selamat Birthday Bachdiiiiiiiiiiiiimmmmmsssss :D
Dtunggu tlaktilannyaaahahahahaaa :)
Selamat tambah dewasa, bahagia selalu, cepet main di timnas lg, jgn bnyk syuting ya, amin.
"mas toni met milad, smoga akan terus azan di mushola baitul hakim.haha"
"HBD toni semoga dngn bertambahnya umur tmbh dewasa lebih mendekatkn diri kpd ALLAH dan cepat dpt jodoh...."
"abang ganteeeeng... met milad yah. wyatb :D"
"Selamat tambah usia bung tony,semoga Allah senantiasa memberikn kesehatan,keselamatan dn kesuksessan.. Kayak'y penutupan kader RKH semakin asik,jikalau sembari disedikan mkn2 dari calon mantan Kadep RKH.. ^^"
"heppy birthday...tony.....=]"
Jujur. Saya bingung mau nulis apa. Sebenarnya ada banyak hal yang mau disharing di blog ini. Well, sungguh, sungguh dan teramat sungguh kepala ini berasa penuh dengan pikiran-pikiran yang sebenarnya belum layak dan pantas untuk ku pikirkan. Penuh sesak. Panas. Kadang sering sakit tiba-tiba (lebay mode-on). Ntahlah, kebanyakan mikirin tentang hal-hal yang barangkali jauh dari jangkauan. Ok, anyway... im back to the topic that i want to share in this blog.
Setelah lebih kurang sebulan di Pekanbaru. Kini aku kembali ke Jogja. Tepat kamis malam tanggal 15 September lalu kota Jogja yang adem dan masyarakatnya yang ramah begitu dekat menyambut, seakan berkata: Welcome Sir toni... ! Fahmi, teman satu kampus dan juga teman satu kosant yang menjemputku di Airport. Sampai di Kosant, ternyata malam itu ada gathering dengan Bapak Kost, nama Bapak Kostku itu, Pak Kelik (lucu juga). Kata Fahmi, kumpul-kumpul dengan Bpk Kost ini cuma diadain sekali setahun, biasanya makan di rumah makan, gratis, aseeek...!!!
Bapak Kost kami itu adalah seorang Guru, Pegawai Negeri. Mengajar dan menetap di Solo. Kota yang penuh dan kental dengan kebudayaan serta keramahan warganya, meskipun jarak Jogja dan Solo relatif dekat (sekitar satu jam-an) tapi baru dua kali ku menginjakkan kakiku di kota itu.
Anyway, Insya Allah dalam minggu depan dengan sangat terpaksa aku harus meninggalkan kosant Pak Kelik ini. Pindah? begitulah. Dan akhirnya, Fahmi, Wazro, Dwi, Dika, Mas Nanda dan kawan-kawan lainnya, terima kasih untuk semua hal yang telah ada dan terjadi selama ini, setia membersamai dan menjadi saksi betapa indahnya kebersamaan kita dalam setahun terakhir ini kawan. Sungguh suatu hal yang tak menyenangkan pastinya, meninggalkan kalian, tak lagi hidup dengan satu atap yang sama. Buat Fahmi, terima kasih sekali boy, kamu telah mengenaliku dengan gunung dan pendakian. Bahkan saat ini, mendaki gunung sama halnya dengan sepakbola, sudah menjadi olahraga yang tak bisa dipisahkan dariku. Thanks Man!
Teruntuk Pak Kelik, Matur Nuwun atas kebaikan hati dan perhatiannya selama ini. Telah menjadi Bapak Kost yang sangat luar biasa baik kepada kami. Membelikan kami bola futsal dan tentunya dengan kesigapannya ketika ada masalah menimpa kami. Sedikit oleh-oleh yang ku bawa dari Pekanbaru, Ikan Teri Tanjung Pinang, semoga tak menjadi oleh-oleh terakhirku buatmu Pak.
Terakhir, semoga BM sesuai dengan plat nomor polisi kota Pekanbaru, barangkali akan menjadi tempat pelabuhan yang terbaik untuk ke depan yang lebih baik. Insya Allah.
Akhirnya pulang. Setelah setahun lamanya tak pulang, akhirnya dan Alhamdulillah akan kembali mencicipi segala hal yang ku rindu terutama panasnya kota bertuah, Pekanbaru. Balik ke Pekanbaru, bagiku berarti kembali mengumpulkan semangat-semangat yang telah hilang disaat “kesibukan” dan “ketidakjelasan” yang telah dilakukan di tanah perantauan. Tentu banyak hal yang telah ku lakukan, paling tidak selama kurang lebih setahun terakhir di tanah perantauan ini. Mulai dari kembali menularkan hobi lama backpacking ke tempat-tempat klasik di dataran jawa, hingga punya hobi baru lagi, munggah namanaya.
Munggah berarti naik atau ndaki. Aku lebih suka pake kata “munggah” gunung daripada ndaki/ mendaki gunung. Nggak tahu kenapa. Soalnya lebih enak diucapkan aja. Hemm.. mungkin karena kebanyakan teman-teman yang mendaki itu orang jawa kali ya, sehingga mau nggak mau harus bisa membiasakan diri untuk lebih mengenal vocabulary bahasa jawa, hal ini nggak lain dan nggak bukan selain lebih bisa akrab dengan mereka dan juga biar nggak kena tipu (pengalaman pribadi).
Well, Insya Allah aku berangkat dari Jogja hari jum'at sore. Seperti biasa akan kembali naik kendaraan paling heroik dan juga paling mengagumkan (menurutku seperti itu). Kendaraan yang dimaksud adalah Kereta Api Progo. Kereta Api yang biasa disebut kereta rakyat ini memang sudah melegenda, terkhusus buat mahasiswa, terlebih dia aktivis kampus. Barangkali sudah nggak asing lagi dengan keberadaan dan sepak terjang KA yang berangkat dari Stasiun Lempuyangan dengan tujuan Stasiun Senen, Jakarta. Harganya juga merakyat, Rp. 35.000,00.
Sejujurnya naik KA Progo sedikit dilematis. Ibuku nggak rela kalau anaknya ini naik KA itu. Sebenarnya Beliau cemas dan takut kalau aku naik KA Progo itu, akan terjadi sesuatu yang buruk. Bahkan Beliau kembali mengirimkan uang buatku untuk membeli tiket pesawat. Tapi sampai sekarang aku masih belum mau beli tiket pesawat Jog-Jkt, menurutku uangnya bisa dimanfaatkan untuk hal lain (sekalian berhemat). Ya, ini bisa ku maklumilah, media kadang terlalu lebai memberitakan sesuatu termasuk memberitakan parahnya Kereta Api Progo. Sebenarnya memang parah sih. Tapi apapun alasannya, mencoba menikmati suatu hal yang tak nyaman itu merupakan sebuah tantangan.
Dari Jakarta ke Pekanbaru, Insya Allah dengan pesawat Garuda take off sekitar pukul 10.50 WIB. Semoga menjadi pelepas rindu yang tak biasa di kampung halaman nanti. I'll be there, Pekanbaru!
![]() |
| Bersama Tim + LO kami (dua orang sebelah kanan) |

Sekedar ingin berbagi. Ada beberapa foto jadul saya yang amat sayang jika hanya tersimpan di hardisk, tapi untuk posting ini, hanya ada satu foto (yg lainnya menyusul). Foto ini dibalut dengan sejuta kenangan, hehee.. "sok puitis". Anyway, lets check it out :)
![]() |
| ayoo tebak, saya di mana??? |
Kota Bandung. Malam ini tepat pukul 00.00 WIB, hari Ahad (23/01/2011). Bertempat di kediaman teman saya, Hesa. Hanya ada saya dan laptop yang hampir 2 tahun terakhir setia menemani. Lagu yang didengarkan juga cukup menggertak hati, Sarjana Muda by Iwan Fals.
Engkau sarjana muda,
resah mencari kerja... tak berguna ijasahmu...
empat tahun lamanya bergulat dengan buku, sia-sia semuanya...
Tak ada niat untuk mengkritisi ataupun mengkomentari lirik lagu di atas. Yang pasti lagu itu begitu menginspirasi saya, entah kenapa. Ada saja yang membuat hasrat ini untuk terus mendengarkan bahkan mendendangkan lagu itu.
Sedikit bocoran. Dulu, waktu masih sekolah saya belum mampu untuk mencintai lagu itu. Memang Iwan Fals sudah, tapi untuk lagu itu saya belum mengerti apa-apa. Hal ini mungkin dikarenakan saya masih menyandang status yang begitu sangat nyaman, anak sekolahan. Kini, semuanya berubah. Memasuki dunia baru, dunia perkuliahan, banyak hal yang saya dulu kurang perhatikan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hidup saya. Mahasiswa. Begitulah namanya. #GalauModeOne
Seperti janji saya sebelumnya. Saya tak akan mengkritisi ataupun mengkomentari lirik lagu di atas. Anyway, saat ini saya sedang berada di Bandung bersama Hesa dan Suryana. Kami bertiga berangat dari Jogja ke Bandung menggunakan motor, Saya bersama Hesa pake Supra Fit tahun 2005 dan Akang Suryana pake motor Astrea Grand tahun 1995. Cukup tua bahkan bias dibilang sangat tua (motor).
Dah dulu ya, dah ngantuk nih, mau tidur dulu. Insya Allah besok pagi kami akan pulang ke Jogja, dan tentunya masih menggunakan motor yang sama, touring mendadak ala anak Sunda + Melayu riau :D
Hampir tiga bulan aku di Jogja, namun masih banyak hal yang belum aku bisa mengerti. Kadang kita mesti intropeksi diri dan terus berupaya semaksimal mungkin untuk berfikir positif terhadap apa yang terjadi, namun kadang kala emosi dan rasa gusar itu datang menghantui disetiap langkah perjalanan hidup ini, tanpa memandang status dan kondisi orang yang menjadi objek tersebut.
Well, itu secabrik atau bisa dikatakan briefing singkat. Oya, Ada hal menarik yang saat ini aku pun belum bisa mengerti apa yang terjadi padaku. Aku pikir hal ini nggak mungkin kuceritakan dalam blog ini. Mungkin dilain waktu.
Anak-anak di kampus dipastikan pada sibuk semua, minggu ini dosen pada ngasi banyak tugas. Bahkan bisa dibilang setiap subjek mata kuliah ada tugasnya. Aku berharap, aku bisa mengikuti jalannya ritme dari kewajiban-kewajiban itu.
Tadi pagi aku ikut kuliah umum, Kaspersky Anti Virus yg dibawakan langsung oleh CEO Kaspersky Lab, Mr. Eugene Kaspersky of Rusia. Ya.. bisa dikatakan ini merupakan salah satu seminar yang berskala Internasional yang pernah aku ikuti.
Jujur, aku begitu antusias dengan kehadiran Eugene Kaspersky. Seorang yang besar, yang bisa dikatakan sebagai salah satu 'a great man' 5 tahun belakangan ini. Ada promo menarik, bahkan sangat menguntungkan, bisa dibayangkan harga anti virus Kaspersky yang biasanya Rp. 300.000 lebih, hanya dijual dengan harga Rp. 150.000 untuk KIS (Kaspersky Internet Security). Karena promo itu aku beli satu dan berkesempatan dapat tanda tangannya (Eugene Kaspersky), hehe...
Nah ini dia yang buat tambah seneng, pas ngantri buat minta tanda tanganya Eugene Kaspersky, aku dapat kaos Kaspersky karena berhasil ngejawab pertanyaan, hehe... senengnya.
Tentu orang seperti Eugene Kaspersky merupakan salah satu yang terkemuka dan cukup terkenal di dunia, khususnya di bidang IT. Kalau cuma artis ibukota yang datang, dah dipastikan aku nggak bakalan mau antri buat minta tanda tangannya doank, tapi ini kan beda 'Eugene Kaspersky', CEO dan co-founder Kaspersky Lab. Anti Virus terbaik di dunia.
Mudah-mudahan di lain waktu bakal ada event besar seperti itu lagi, Amin...
Akhirnya air mata itu jatuh & menyentuh pipiku :’)
Sabtu, (1/08) bisa dikatakan pada tanggal itulah dimulainya pertualanganku. Merantau ke daerah orang. Bukan tanpa alasan mengapa aku bisa seperti itu (menangis), tapi biarlah, aku anggap hal itu sebagai salah satu saksi dalam upayaku untuk meraih ambisi besarku.
Aku sangat bersyukur, tepatnya satu hari menjelang keberangkatan, aku sempat mengunjungi seluruh sekolah-sekolahku. SD, SMP, dan tentu saja SMA, semuanya telah kujelajahi (kayak petualang aja), bahkan pergi ke-empat SD-SD ku. Mulai dari SDN 024 di Sei Galuh, SDN 003 Sail, SDN 005 Bukit Raya., SDN 013 Tampan (Simp.Pos AURI)
Berbagai macam ekspresi tergambar jelas dari raut wajah guru-guruku, terutama dari guru SD-SD ku, ada yang memperkenalkanku kepada muridnya dikelas sambil berkata, “Nak, lihatlah abang ini... bisa kuliahnya di UGM” (gugup dan malu sebenarnya), bahkan ada seorang guru yang mencium keningku. Aku tak kuasa menahan haru, meskipun saat itu air mataku nggak sampai keluar. Bagiku, nasehat yang mereka sampaikan akan terus teriang dan do’a mereka akan sangat berguna buatku.
Pada hari H, aku juga dibuat terharu ketika melihat begitu banyak orang-orang terdekat yang datang ke Airport untuk melepas keberangkatan kami. Bukan hanya keluarga besarku yang ikut menghantarkan ke sana, bahkan teman-teman seperjuangan juga menyisihkan waktu mereka.
Sungguh, rasanya aku senang sekali karena kepedulian mereka, bagiku mereka semua adalah inspirasi tersendiri yang membuat kobaran semangatku untuk terus berusaha dan bekerja semaksimal mungkin dalam mencapai tujuan dan cita-citaku. Aku sangat mengharapkan do’a mereka.
Ada cerita menarik, ketika aku, hasan dan Rian “jet sky” duduk diruang tunggu, kami bertemu dengan pejabat Babussalam, Umi Mahyani dan Pak dr. Mursal. Awalnya kami sempat cerita-cerita dan ternyata mereka juga menuju ke Jakarta, tapi pake Garuda (ngeri). Singkat cerita, akhirnya jet sky terlebih dahulu berangkat, dia pake lion air. Beberapa saat setelah itu, baru aku dan Hasan.
Aku pikir ini hanya kebetulan, ketika sampai di Jakarta tepatnya disaat kami transit, sebelum masuk ke ruang tunggu kami bertemu lagi dengan pejabat yayasan lainnya“Pak Cik, Ismail Royan”. Kami salami beliau, bahkan aku shalat maghrib berjamaah dan kebetulan lagi shaf beliau percis disampingku.
Jam 8 kami take off. Padahal di boarding pass tertera take offnya jam 19.35. Dasar jam karet!!. Di ruang tunggu, Hasan sempat ngomong kalau dia kurang enak badan. Saat itu aku sempat nggak percaya, ehh rupanya bener, dia sakit. Kasiannya, hehe.. (lihat fotonya)
Di pesawat menuju ke Jogja,sebagian waktuku kuhabiskan buat baca buku tak terduga dan kebetulan.“I Owe You, Bunda”. Buku yang kubeli pas pameran buku di MTQ satu hari menjelang keberangkatan. Bukunya powerfull dan luar biasa. Buku itu kubeli dua, satu buatku dan satu lagi buat sianu.
Akhirnya kami tiba juga di Jogja, kira-kira jam 9 malam. Bagiku kota ini penuh dengan tanda tanya. Apakah nantinya aku bisa berhasil disini??? Sebuah pertanyaan yang sederhana namun sangat berarti bagiku.
Teacher: The Prophet Muhammad (sall-Allahu alayhi wa sallam) told us that we must obey Allah and His messenger at all times. But who else did he tell us to listen to, and be close to?
Beginilah nasib orang yang sok sibuk...
Blog mewabah BBS !!! Blog atau Weblog bagi sebagian orang merupakan suatu yang aneh bagi mereka. Mereka berpendapat bahwa ngeblog hanya ngabiskan waktu dan juga ngabiskan uang. Tapi menurut aku tidak sepenuhnya begitu, dengan blog kita bisa menularkan segala unek-unek yang selama ini mungkin hanya tersimpan dalam memory kita. Dan juga ngeblog bisa meningkatkan kualitas kita sebagai orang yang bisa dikatakan kreatiflah, dari pada tidur-tiduran/ malas-malasan, ngombur, ngerjain orang dll.MOHD. SULTHONI Free, Independent & Do What He Wants to Do Student @ Faculty of Law 5 Semester, Gadjah Mada University
Live in Jogjakarta From Pekanbaru, Indonesia,
ID | 7on1@mail.com Babussalam
| |
| Every traveler has a home of his own, and he learns to appreciate it the more from his wandering. Charles Dickens (1812-1870) |
© Blogger template by Forza Internazionale 2011
Back to TOP